Kamad, Tanfidz, Syuriah dan BP3MNU dalam Musyawarah MI Ma'arif NU 1 Sawangan
SAWANGAN – Madrasah Ibtidaiyah Ma'arif NU 1 Sawangan merupakan salah satu aplikasi penerapan Islam Ahlisunah Waljama'ah sejak dini, dengan menjadi kelas filial jarak jauh dari MI Ma'arif NU 1 Jingkang dan inisiatif dari Pengurus Jamiah Ranting Sawangan tahun 2011 diawali pembelajaran :
- Madin Al Falah, Pengasuh Kyai Akhmad Thohirin, di Grumbul Banyumudal Desa Sawangan sebagai cikal bakal embrio yang ada. Karena letak terlalu dekat dengan SD Negeri 1 Sawangan maka kemudian berpindah tempat.
- Madin Miftahul Ulum, Pengasuh Ust Syarifudin di Grumbul Kalibeber Desa Sawangan sebagai lanjutan penempatan MI Ma'arif NU 1 Sawangan.
- Lapangan Dukuh Mingklik, dipilih sebagai lokasi terakhir dengan adanya bantuan dari DPR Kabupaten yaitu lewat Bapak Slamet Ibnu Ansori, S.AP dibangunlah beberapa lokal sebagai awal memiliki gedung sendiri MI Ma'arif NU 1 Sawangan.
Seiring berjalan waktu, momentum kebangkitan mutu pendidikan Islam kembali ditegaskan oleh Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ma’arif NU 1 Sawangan. Melalui agenda krusial Musyawarah Madrasah yang digelar pada Sabtu, 25 Juli 2026, madrasah ini sukses merumuskan cetak biru (blueprint) masa depan yang visioner. Berlangsung khidmat di ruang kelas 5 dari pukul 08.00 hingga 11.30 WIB, forum strategis ini menyatukan visi kepala madrasah, jajaran ulama, pengurus struktural NU, hingga representasi wali murid demi satu tujuan: membawa madrasah ini melesat lebih tinggi.
Kepala MI Ma’arif NU 1 Sawangan, Haji Syaifudin, S.Pd., secara lugas memaparkan empat pilar utama transformasi madrasah yang menjadi fondasi pergerakan tahun ini.
Empat Pilar Transformasi Menuju Madrasah Unggulan
Pilar pertama adalah penguatan kurikulum yang integratif dan pembiasaan karakter harian. sebelum pelajaran ada pembiasaan yang luar biasa yaitu :
- Senin yaitu Upacara Bendera, penguatan karakter cinta Tanah Air dan Bangsa Indonesia
- Selasa s.d Jumat pembiasaan Sholat Dhuha, Pembacaan asmaul husna, nadhoman dan kegiatan lainnya
- Jumat Manis Istighosah dipimpin oleh Kyai Akhmad Thohirin - Rois Syuriah NU Ranting Sawangan.
- Jum'at Kliwon yaitu Ziarah Makam Syaikh Bagus Santri dipimpin oleh Ustadz Sholehan - Ketua Dewan Asatidz Madin Assalafiyah Sawangan.
- Sabtu Senam Ceria
Tidak sekadar mengejar aspek kognitif, madrasah memperkokoh fondasi spiritual siswa lewat pendalaman Al-Qur'an Hadits, Bahasa Arab, Fikih, serta rumpun pendidikan agama Islam lainnya. Guna memaksimalkan transfer ilmu, manajemen menetapkan jam belajar efektif mulai pukul 07.00 hingga 13.00 WIB sebagai ruang tambahan materi yang terstruktur secara rigid dalam jadwal.
Pilar kedua berfokus pada kedigdayaan kesiswaan di ranah akademik dan non-akademik. Pada sektor non-akademik, ekstrakurikuler Hadroh dan Pramuka menjadi instrumen wajib yang ditargetkan mampu melahirkan profil juara dalam berbagai ajang kompetisi tahun ini. Sementara di sektor akademik, Tes Kompetensi Akademik (TKA) dan kelas asistensi (les) terus digenjot. Hasilnya tidak main-main; program TKA madrasah ini sukses menembus peringkat 4 besar dari total 15 desa, sebuah capaian prestisius yang membuktikan kualitas bersaing tingkat tinggi.
Pilar ketiga diarahkan pada modernisasi Sarana dan Prasarana (Sarpras). Manajemen berkomitmen melakukan revitalisasi estetika ruang kelas agar menjadi ruang belajar yang hidup, kreatif, dan menstimulasi semangat belajar siswa.
Pilar keempat mengusung konsep kolaborasi pendanaan mandiri melalui pembentukan paguyuban di setiap kelas. Komunitas gotong royong ini dibentuk sebagai solusi taktis wali murid untuk mengover berbagai kebutuhan operasional kelas yang tidak terjangkau anggaran reguler sekolah.
Sinergi Raksasa dan Kolaborasi Strategis Pagar Nusa
Keberhasilan musyawarah ini menjadi bukti nyata solidnya ekosistem Nahdlatul Ulama di wilayah Sawangan. Agenda besar ini lahir dari kolaborasi erat bersama Rois Syuriah Sawangan Kyai Akhmad Thohirin, Ketua Tanfidziyah Sawangan Arif Bagun Yuniarto, S.Pd., serta jajaran elit BP3MNU yang dinakhodai oleh :
- Ketua : Bpk Sodik,
- Wakil Ketua : Ndan Junedi (yang juga Ketua GP Ansor Sawangan), dan
- Bendahara : Bpk Carwan.
Selain penguatan internal, MI Ma’arif NU 1 Sawangan juga memperkokoh kerja sama lembaga keagamaan dengan empat instansi strategis, yaitu:
- Ponpes Al Muhajirin Jingkang di bawah asuhan Muh Cipto Waluyo, S.AP., S.Pd.
- Madin Al Falah Sawangan di bawah asuhan Kyai Akhmad Thohirin.
- Madin Miftahul Ulum Sawangan dibawah asuhan Kyai Syarifudin.
- Madin Assalafiyah Sawangan di bawah asuhan Kyai Ainur Rofiq dan dikepalai dewan asatidz oleh Ustadz Sholehan.
Sinergi paling memukau muncul dari kerja sama dengan Pondok Pesantren Al Muhajirin Jingkang yang diasuh oleh Muh Cipto Waluyo, S.AP., S.Pd. Menjawab kebutuhan pengembangan olahraga prestasi, pesantren ini siap menerjunkan program pencak silat berbasis bela diri MaRuyung, yang merupakan bagian integral dari Ikatan Pencak Silat Pagar Nusa (IPS Pagar Nusa). Kehadiran program ini dijamin memiliki standar tinggi, mengingat pengasuh pesantren, Muh Cipto Waluyo, merupakan Wakil Ketua Pagar Nusa Kabupaten Banyumas yang masih aktif hingga saat ini.
Gagasan Segar dari Akar Rumput: Suara Wali Murid
Sesi ruang dengar pendapat berlangsung dinamis dan melahirkan tiga gagasan emas dari perwakilan wali murid:
- Ustadz Tarno mendorong manajemen untuk jeli memberdayakan seluruh potensi lingkungan sekitar sebagai instrumen branding kuat guna menaikkan posisi tawar MI Ma'arif NU 1 Sawangan di mata publik.
- Ustadz Muh Cipto Waluyo, S.AP., S.Pd. menekankan perluasan radar prestasi siswa ke cabang olahraga populer seperti voli dan sepak takraw. Jika madrasah kekurangan pelatih, jajaran Tanfidziyah Sawangan siap menyuplai guru olahraga berprestasi sebagai mentor utama.
- Ndan Junedi menggarisbawahi urgensi penegakan disiplin waktu dan tata tertib siswa. Aturan ketat mengenai kewajiban bersepatu dan mitigasi angka ketidakhadiran (bolos) menjadi harga mati demi menjaga marwah akademik madrasah.
Ust Tarno, Muh Cipto Waluyo, Ndan Junedi dalam musyawarah Walisantri
Komitmen Biaya Kerakyatan, Fasilitas Premium
Di tengah gempuran biaya pendidikan yang semakin tinggi, MI Ma’arif NU 1 Sawangan tetap konsisten berdiri sebagai madrasah yang merakyat. Biaya bulanan disepakati hanya sebesar Rp 50.000,-, sebuah angka yang sangat ekonomis untuk kualitas pendidikan keagamaan sekonseptual ini. Tidak hanya itu, madrasah juga menghadirkan solusi mobilitas berupa layanan mobil antar-jemput siswa dengan tarif subsidi kemanusiaan sebesar Rp 1.000,- sekali jalan untuk semua rute (jauh maupun dekat).
Langkah besar ini akhirnya dikunci dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Rois Syuriah Sawangan, Kyai Akhmad Thohirin. Untaian doa tersebut menjadi penutup sekaligus penanda dimulainya era baru MI Ma’arif NU 1 Sawangan menuju madrasah yang unggul, religius, dan berprestasi di tingkat kabupaten.
Semoga Alloh SWT selalu melindungi, memberkahinya. Aamiiin ya robbal 'alamin.




Belum ada tanggapan untuk "Lakukan Lompatan Besar, MI Ma’arif NU 1 Sawangan Siap Cetak Generasi Unggul Berbasis Sinergi Lintas Sektoral 2026"
Posting Komentar