Dua Srikandi Silat MaRuyung, Satu Jiwa : Harmoni Indah Alya dan Fanny Mengguncang Gelanggang Kejurda Pagar Nusa 2026


Atlet MTs Ma'arif NU 1 Cilongok dan Pelatih Ahmad Afsohi  dalam Kejurda X

PURWOKERTO – Suasana di GOR SMK Mulia Bakti Purwokerto mendadak hening seketika, berganti dengan decak kagum luar biasa. Di tengah kepungan ratusan pendekar terbaik dari seluruh penjuru Jawa Tengah, dua pasang mata tajam saling bertatapan, menyatukan rasa, dan mengalirkan energi dalam setiap gerak yang presisi. Mereka adalah dua srikandi tangguh dari Kolat MTs Ma'arif NU 1 Cilongok yang bertarung membawa nama besar Silat MaRuyung pada ajang Kejuaraan Daerah (Kejurda) X Pagar Nusa, 27–28 Juni 2026.

Menampilkan jurus pencak silat berpasangan bukan sekadar masalah kecepatan fisik, melainkan tentang bagaimana menyatukan dua kepala menjadi satu jiwa. Di bawah bimbingan dan tangan dingin sang pelatih, Ahmad Afsohi, dua santriwati ini ditempa dengan disiplin ketat hingga mampu melangkah tegap menjadi bagian resmi dari kontingen Pagar Nusa Kabupaten Banyumas.
Mengalir dari Sanad Agung Watumas dan Jingkang
Keindahan dan ketangguhan gerak kedua srikandi ini tidak lahir begitu saja. Silat MaRuyung yang mereka pelajari berakar kuat pada tradisi keilmuan yang luhur, berpusat di Watumas di bawah asuhan spiritual Kyai Nur Akhyadi. Di sisi teknis dan ketajaman mental bertarung, gerak mereka diawasi langsung oleh Majelis Pendekar Muh Cipto Waluyo - Jingkang.
Perpaduan antara doa para ulama, restu pendekar sepuh, serta status mentereng mereka sebagai Juara 1 Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Pagar Nusa Banyumas menjadi modal utama. Mereka datang ke tingkat provinsi bukan untuk sekadar meramaikan, melainkan untuk menjaga kehormatan lambang di dada.
Harmoni di Jurus Wiraloka Putri
Pendekar Alya Islamadina dari Silat MaRuyung

Pendekar Fanny Rizky Hanifah dari Silat MaRuyung

Dua nama yang menjadi kebanggaan madrasah itu adalah Alya Islamadina dan Fanny Rizky Hanifah. Turun di kategori Jurus Wiraloka Pagar Nusa Berpasangan Putri, keduanya tampil memukau selama dua hari penuh ketegangan, pada tanggal 27 dan 28 Juni 2026.
Menyaksikan Alya dan Fanny memperagakan jurus di tengah gelanggang adalah momen yang sangat menyentuh hati. Setiap gerak kibasan kain seragam hitam, ketegasan langkah kaki, dan keselarasan ritme pertahanan-serangan menunjukkan kedalaman rasa seorang santri. Ada keteguhan, keanggunan, sekaligus ketangguhan luar biasa yang terpancar dari sinergi mereka berdua.
Juara 2 Jawa Tengah yang Sangat Membanggakan, Banyumas Tetap Digdaya
Mendapat Tropi sebagai Juara 2 di Kejurda X Tahun 2026

Persaingan di level Kejurda se-Jawa Tengah ini berjalan sangat sengit. Melalui penilaian yang ketat dari para dewan juri, langkah Alya dan Fanny memang belum ditakdirkan untuk membawa pulang medali emas murni. Namun, berhasil mengalahkan puluhan daerah lain dan mengamankan posisi sebagai Juara 2 (Medali Perak) se-Jawa Tengah adalah sebuah pencapaian yang luar biasa mahal dan wajib disyukuri dengan dada tegak!
Air mata lelah dan keringat yang mengalir deras berubah menjadi senyum kebanggaan. Kerja keras mereka di bawah asuhan Pelatih Ahmad Afsohi terbayar lunas. Lebih istimewanya lagi, sumbangan poin perak yang sangat berharga dari Alya dan Fanny ini turut mengantarkan Pagar Nusa Kabupaten Banyumas sukses keluar sebagai Juara Umum / Pemenang Utama di akhir kejuaraan.
Alya Islamadina dan Fanny Rizky Hanifah telah membuktikan bahwa harmoni dan kesetiaan dalam berlatih mampu menembus batas tertinggi. Hari ini medali perak melingkar di leher, namun esok hari, lewat doa Kyai dan latihan tanpa henti, podium tertinggi di tingkat nasional sudah menanti. Teruslah berproses, kepakkan sayapmu lebih tinggi, Dua Srikandi MTs Ma'arif NU 1 Cilongok! Lā gāliba illā billāh!


Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Dua Srikandi Silat MaRuyung, Satu Jiwa : Harmoni Indah Alya dan Fanny Mengguncang Gelanggang Kejurda Pagar Nusa 2026"

Posting Komentar