Kesunyian yang Berbuah Emas: Perjuangan Hebat Sultan Yusuf Anamunof dan Muhammad Alwi Arrasid dari MI Ma’arif NU 1 Panusupan di Kadindik Cup 2026

MI Ma'arif NU 1 Panusupan, salah satu kolat Silat MaRuyung berprestasi

PURWOKERTO – GOR Satria Purwokerto menjadi saksi bisu dari sebuah perjuangan yang menguras air mata sekaligus membakar semangat. Di tengah kepungan ratusan atlet dari berbagai sekolah besar di Kabupaten Banyumas, sebuah keajaiban kecil namun nyata tercipta pada gelaran Kadindik Cup 2026, tanggal 20–21 Juni 2026. Kisah ini datang dari sudut sunyi Kolat MI Ma'arif NU 1 Panusupan yang bernaung di bawah bendera Silat MaRuyung.

Ketika kolat-kolat lain didampingi oleh tim pelatih yang besar, MI Ma’arif NU 1 Panusupan datang dengan kesederhanaan yang luar biasa. Namun, di balik kesederhanaan itu, tersimpan kekuatan raksasa yang siap mengguncang gelanggang.
Didikan Mandiri Sang Srikandi Pelatih 
Kisah ini menjadi sangat menyentuh karena di sudut matras, hanya ada satu sosok pelatih yang berdiri tegak. Dia adalah Haniyah Uswatun Azizah. Bertindak seorang diri tanpa asisten, ia memikul peran ganda : menjadi pelatih taktik, motivator mental, sekaligus ibu yang mengusap keringat anak-anak didiknya. Meski berjuang sendiri di kursi pelatih, dedikasi Haniyah sangat total dan maksimal.
Kekuatan mental ini tentu tidak lepas dari kokohnya sanad keilmuan yang mereka bawa. Silat MaRuyung yang mereka pelajari berpusat di Watumas di bawah asuhan spiritual Kyai Nur Akhyadi. Setiap gerak fisik mereka juga dibekali ketajaman oleh Majelis Pendekar Muh Cipto Waluyo - Jingkang. Doa ulama dan restu pendekar sepuh inilah yang menjadi jimat penolak rasa takut bagi dua santri cilik Panusupan saat melangkah ke tengah gelanggang.
Dua Pendekar Cilik, Dua Kategori, Hasil Maksimal!
MI Ma’arif NU 1 Panusupan hanya mengirimkan 2 santri pilihan yang memiliki semangat menyala-nyala. Mereka adalah Sultan Yusuf Anamunof dan Muhammad Alwi Arrasid. Kedua anak ini turun di dua medan laga berbeda yang sangat menguras fisik, teknik, dan konsentrasi:
  • Sultan Yusuf Anamunof (Kategori Tanding Usia Dini): Bertarung di bawah lampu sorot gelanggang kelas tanding, Agus menunjukkan nyali yang luar biasa. Setiap pukulan, tendangan, dan bantingan dilancarkannya dengan penuh perhitungan. Agus sukses merubuhkan ego lawan-lawannya dan berhasil mempersembahkan 1 Medali Emas 🥇 untuk madrasahnya..
Kesatria Pemberani dalam bertanding


  • Muhammad Alwi Arrasid (Kategori Seni Jurus IPSI Full): Berdiri megah di tengah matras, Saeful memperagakan keindahan, ketegasan, dan kemantapan gerak dalam Jurus IPSI Full. Keselarasan rasa dan ketajaman gerakan yang ditunjukkannya sukses memukau dewan juri, hingga namanya berhak naik ke podium sebagai peraih 1 Medali Perak 🥈.
Tetap semangat dan selalu berusaha


Selama dua hari penuh ketegangan, kedua pendekar cilik ini bertarung habis-habisan. Di saat fisik anak-anak seusia mereka mulai kelelahan, semangat Sultan Yusuf Anamunof dan Muhammad Alwi Arrasid justru semakin membara demi membela lambang di dada mereka.
Semangat yang Tak Akan Pernah Padam
Bagi MI Ma’arif NU 1 Panusupan, pencapaian ini adalah bukti nyata dari sebuah filosofi: "Bukan seberapa banyak pasukan yang kamu bawa, melainkan seberapa besar jiwa dan keyakinan yang ada di dalam dadamu." Keterbatasan jumlah personel dan pelatih terbukti runtuh di hadapan ketulusan niat dan kerasnya latihan.
Medali emas yang diraih Sultan Yusuf Anamunof dan medali perak yang dibawa pulang oleh Muhammad Alwi Arrasid adalah kado terindah untuk Pelatih Haniyah Uswatun Azizah yang telah setia menemani mereka berjuang sebatang kara di pinggir matras. Ini juga menjadi kebanggaan besar bagi masyarakat Panusupan, pusat Watumas, dan Jingkang.
Langkah awal kalian sudah sangat kokoh, Sultan Yusuf Anamunof dan Muhammad Alwi Arrasid. Hari ini Banyumas telah kalian taklukkan, esok hari dunia akan melihat kalian berdiri di podium yang lebih tinggi. Teruslah berlatih, jaga adab santri, dan tetap semangat! Lā gāliba illā billāh!

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Kesunyian yang Berbuah Emas: Perjuangan Hebat Sultan Yusuf Anamunof dan Muhammad Alwi Arrasid dari MI Ma’arif NU 1 Panusupan di Kadindik Cup 2026"

Posting Komentar