Sejarah Desa
Sawangan Kec Ajibarang
PRA KATA
Desa Sawangan adalah salah satu
Desa di Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas yang mempunyai potensi alam yang
luar biasa sebagai bahan material pembangunan yaitu bahan utama pembuatan
sement. Dimana sekarang ini Desa Sawangan telah menjalin kerjasama dengan PT. Sinar Tambang Artha Lestari dalam
penggalian bahan materialnya. Sebenarnya pembabadan kerjasama industri ini
dimulai sejak pemerintahan Kades TAPSIR, yang kemudian berhasil direalisasikan
pada masa pemerintahan Kades KARSIM ACHMAD MUCHLASIN. Dengan demikian Desa
Sawangan merupakan salah satu desa pendukung kemajuan ekonomi kerakyatan yang
ada di wilayah kecamatan Ajibarang.
Untuk mengenal lebih jauh
mengenai Desa Sawangan ini marilah kita menyimak bersama artikel yang berada
dibawah ini yang kami peroleh dari para tetua yang ada di Desa Sawangan dan
sekitarnya.
ASAL MUASAL
Menurut cerita
yang diperoleh, Desa Sawangan masih ada kaitan erat dengan lokawisata Gunung
Putri. Dimana cerita gunung putri ini dapat dilihat sejelasnya di artikel
SEJARAH GUNUNG PUTRI. Menurut cerita Gunung putri bahwa dahulu kala ada 2
kerajaan yang mengawali asal muasal terjadinya nama Gunung Putri. Dimana cerita
ini sudah hampir tidak dikenal lagi dikalangan warga masyarakat sekitar
dikarenakan kepedulian terhadap generasi penerus terhadap informasi sejarah
mengenai Gunung Putri. Untuk itu kami sampaikan informasi yang saya dapat dari
orang - orang terdahulu.
KISAH KERAJAAN PAJAJARAN
Alkisah
diceritakan bahwa dikerajaan Pajajaran mempunyai beberapa putra mahkota. Dimana
semuanya berpotensi menjadi raja berikutnya. Nama para pangeran itu yaitu :
1. Banyak
Catra
2. Banyak
Blabur
3. Banyak
Ngangsar
4. Banyak
Ngampar
Selayaknya
para anak raja, mereka mempunyai seorang guru yang sangat sakti dan hebat. Baik
ilmu beladiri / olah kanuragan maupun olah kejiwaan. Semua belajar dengan
sangat rajin dan serius sehingga tumbuhlah menjadi pemuda – pemuda yang
mumpungi.
Alkisah
diceritakan bahwa yang akan menjadi raja adalah putra sulung yaitu Pangeran
Banyak Catra. Namun dalam kenyataanya ada sang adik yang ingin menjadi raja
sehingga terjadi perebutan gelar putra mahkota, dengan berbagai pertimbangan
akhirnya sang raja memberikan tugas kepada semua putra – putranya untuk
melakukan semedi disuatu tempat menurut instruksi sang Guru.
Kisahpun
berlanjut. Para pangeran melakukan semedi atas dasar perintah dari sang raja.
Semua menjalani dengan sangat serius, namun disini dipilihlah yang terbaik dari
yang baik. Para remaja tanggung itu memang remaja yang hebat – hebat. Alkisah
semedi yang paling sempurna jatuh pada pangeran Banyak Catra, sehingga sang
guru menghampirinya dalam ghaib dan memberikan cinderamata berupa Cincin
Perubah Wujud. Dimana bila cincin itu dipakai maka akan berubah menjadi seekor
kera dengan julukan LUTUNG KASARUNG.
Untuk menjadi
seorang raja tidaklah mudah seperti membalikan telapak tangan. Seorang raja
yang hebat haruslah raja yang punya pengalaman / petualangan yang luas dan
mempunyai seorang permaisuri yang hebat pula. Untuk melengkapi persyaratan
itulah kemudian Pangeran Banyak Catra diperintahkan ayahnya untuk mengadakan
petualangan.
Alkisah
diceritakan bahwa dalam berpetualangan tidak boleh menunjukan jatidiri pada
orang lain, sehingga perjalanan petualang ini dilakukan seorang diri dan
menyamar menjadi orang biasa dengan nama KAMANDAKA. Setelah beberapa tahun
sampailah kamandaka di kerajaan PASIR. Letaknya di Karang Lewas PURWOKWERTO.
Disana kamandaka menjalani kehidupan layaknya rakyat biasa.
KISAH KERAJAAN PASIR LUHUR (sekarang di wilayah Karang Lewas,
Purwokerto, Jawa Tengah)
Diceritakan
bahwa dikerajaan Pasir sang Raja memiliki 9 anak, dan semuanya putri.
Diantaranya yang dikenal yaitu :
·
Dewi Purba Larang
·
Dewi Purba Sari
·
Dewi Rantam Sari, dan sebagainya
Dari
kesembilan itu yang paling menarik dan yang paling cantik adalah putri yang
terakhir yaitu Dewi Rantam Sari, karena paling cantik dan paling menarik itulah
dewi Rantam Sari mendapat julukan Dewi CIPTOROSO yang artinya seorang dewi /
putri yang dapat menCIPTAkan RASA suka dan tertarik jika melihatnya.
BERTEMUNYA KAMANDAKA & DEWI CIPTO ROSO
Alkisah
diceritakan bahwa suatu hari sang Dewi Cipto Roso berjalan – jalan di
lingkungan kerajaan, dan pada suatu tempat ada seorang pemuda yang sedang
mengadu jago dipasar, melihat Dewi Cipto Roso berjalan – jalan. Karena
kecantikan paras dan perilakunya akhirnya sang pemuda yaitu KAMANDAKA menaruh
hati pada DEWI CIPTO ROSO yang telah menciptakan rasa suka dan cinta dihatinya.
Sang pemuda
yaitu kamandaka merasa penasaran dengan kecantikan sang Dewi Cipto Roso,
sehingga terus menerus mencari informasi dan cara untuk dapat mendekatinya.
Diceritakan pada suatu hari di tempat untuk bersantai oleh Dewi Cipto Roso, ia
melihat ada monyet sendirian yang berkeliaran disekitar tempatnya sehingga
memerintahkan prajurit untuk menangkapnya. Memang hal tersebut yang diinginkan
si monyet maka monyet pun dengan senang hati ditangkap dan dijadikan teman
bermain oleh Dewi Cipto Roso.Pada saat Dewi Cipto Roso sendirian, si monyet
LUTUNG KASARUNG berubah menjadi sosok pemuda yang sangat tampan bernama
KAMANDAKA. Akhirnya mereka saling menaruh hati dan saling mencintai.
Raja Pasir
merasa janggal dan curiga melihat putri bungsunya mempunyai kegemaran ngobrol
dengan seekor monyet yang ternyata bukan monyet sembarangan. Monyet itu akan
berubah menjadi manusia hanya bila berdua saja dengan Dewi Cipto Roso.
ALASAN TIDAK DIRESTUI HUBUNGAN KAMANDAKA & DEWI CIPTO ROSO
Seperti
pepatah bahwa “Sepandai – pandai tupai melompat pasti akan jatuh juga” sepintar
pintarnya menyembunyikan jati diri si monyet akhirnya ketahuan jugaoleh raja
pasir bahwa monyet itu adalah monyet
yang dapat berubah menjadi manusia. Raja Pasir sangat marah dan tidak setuju
anak bungsunya berpacaran dengan rakyat biasa yang bukan keturunan raja apalagi
monyet KAMANDAKA juga dikenal seorang pencuri handal dijuluki MALING JULIG.
Suatu ketika
pada waktu monyet LUTUNG KASARUNG berkunjung ketempat Dewi Cipto Roso,
digrebeglah si monyet itu akan dibunuh, tapi berkat kelinuwihan ilmunya si
monyet lutung kasarung akhirnya berubahlah menjadi kamandaka. Kamandaka
berusaha menghindari perkelahian dengan berlari terus sampai di tepi sungai.
Karena terdesak akhirnya Kamandaka / Banyak Catra terjun kesungai yang sangat
dalam tersebut. Diceritakan bahwa sungai tersebut ternyata ada penguasa yang
menghuninya yaitu seekor naga yang sangat buas. Melihat ada mangsa manusia
terjun kesungai, sang naga pun dengan sigapnya langsung menerkam, tetapi karena
kamandaka memang pemuda yang cukup tinggi ilmu beladirinya akhirnya kamandaka
dan ular naga pun bertanding sampai naga tersebut mati. Kematian naga tersebut
berubahlah menjadi sebatang ranting yang bila dipakai tidak merasa diair,
tetapi seperti biasa saja di daratan. Hal inilah yang menyebabkan salah satu
factor Kamandaka menjadi selamat dari kepungan Prajurit Kerajaan Pasir.
DIJODOHKAN DEWI CIPTO ROSO & PRABU PULE BAHAS
Sebagai ayah,
Raja Pasir sangat malu putri terakhirnya pacaran dengan orang biasa, sehingga
diperkenalkan Dewi Cipto Roso dengan seorang raja dari cilacap yang bernama
PRABU PULE BAHAS.
Diceritakan
bahwa pinangan prabu Pule Bahas dengan sangat terpaksa diterima oleh Dewi Cipto
Roso. Pernikahan akan segera dilaksanakan tetapi Dewi Cipto Roso mengajukan
syarat atas usulan dari LUTUNG KASARUNG. Syarat itu adalah Prabu Pule Bahas
supaya menggelar kain putih dari Kerajaan Pasir sampai Cilacap. Karena sangat
ingin memilikinya maka Prabu Pule Bahas pun ternyata berhasil melaksanakannya.
Akan tetapi ternyata pada saat penggelaran kain selesai munculah seekor monyet
yang menyerang Prabu Pule Bahas sampai kocar – kacir. Alkisah diceritakan bahwa
Prabu Pule Bahas akhirnya digulung jasadnya oleh Lutung Kasarung atau Banyak
Catra sampai ke Cilacap dan masuklah jasad Prabu Pule Bahas ke Laut Selatan
sehingga berubah menjadi BUAYA PUTIH.
Kabar berita
kematian Prabu Pule Bahas sontak membuat para prajurit dan rakyatnya marah
kepada Kerajaan Pasir. Akhirnya prajurit dari Kerajaan Cilacap menyerang
Kerajaan Pasir dengan adu tanding sesame prajurit denggan saling BERADU atau
GOL – GOLAN di dekat kerajaan Pasir. Sehingga tempat tersebut sampai sekarang
di namakan DESA PEJOGOL.
DIJODOHKAN DEWI CIPTO ROSO & ADIPATI MRUYUNG
Sang Raja
Pasir tidak kehabisan akal untuk menikahkan putrinya yaitu Dewi Cipto Roso.
Diceritakan bahwa Raja Pasir akhirnya menjodohkan Dewi Cipto Roso dengan
bangsawan dari Ajibarang yang bernama ADIPATI MRUYUNG. Diceritakan bahwa
Adipati Mruyung adalah orang yang sangat kaya dan sakti. Kesaktiannya belum ada
yang mengalahkannya. Adipati Mruyung meminang Dewi Cipto Roso dengan membawa
berbagai macam hasil bumi yaitu sembako dengan jumlah yang sangat banyak.
Adipati
Mruyung meminang Dewi Cipto Roso tapi sebelum sampai di kerajaan Pasir
rombongannya dihadang oleh seekor monyet LUTUNG KASARUNG yang ternyata adalah
Kamandaka. Kamandaka berusaha keras membubarkan rombongan Adipati Mruyung.
Meskipun seorang diri ternyata Kamandaka berhasil memaksa dan memukul mundul
rombongan Adipati Mruyung sampai babak
belur. Disuatu tempat diceritakan bahwa sembako BERAS yang dibawa oleh
rombongan Adipati Mruyung sampai tumpah berhamburan, tempat itu sampai sekarang
disebut dengan nama GERBEAS. Rombongan Adipati Mruyung mundur terus sampai
disuatu tempat Cabe/Lombok CENGIS yang dibawanya tumpah juga, dan sampai
sekarang tempat tersebut diberi nama KARANG CENGIS, ada di Desa Lesmana. Kekalahan
yang dialami Adipati Mruyung sangat parah, pertarungan dengan Kamandakapun
sangat sengit dan berakhirnya pertarungan ini ketika Adipati Mruyung meninggal
dunia.
Alkisah
setelah pertarungan berakhir Kamandaka lari kearah selatan dan istirahat untuk
melaksanakan solat DUHUR di waktu LINGSIR /sianghari, konon tempat tersebut
dikenal dengan nama PASIR LUHUR, ada di Desa Sawangan.
Meninggalnya
Adipati Mruyung dimakamkan dengan baik oleh penduduk Desa Ajibarang. Konon
menurut cerita siang hari dimakamkan dan tengah malam keluar suara meledak yang
ternyata adalah jasad Adipati Mruyung yang keluar dari pemakamannya. Oleh warga
sekitar dikubur/dimakamkan kembali pada siang hari dan keluar lagi pada tengah
malam, berulang dan berulang sampai akhirnya sampai sekarang dibiarkan tetap
berada diatas pemakaman sampai mengeras dan membatu. Menurut cerita yang
beredar hal ini terjadi karena Adipati Mruyung semasa hidupnya menggunakan
SUSUK untuk kesaktiannya dan bumi tidak mau menerima jasad orang yang memakai
susuk. Ceritapun berlanjut.
MINGGATNYA DEWI CIPTO ROSO DARI KERAJAAN PASIR LUHUR
Dewi Cipto
Roso merasa sakit hati karena cintanya tidak direstui dan sangat tidak senang
jika dirinya selalu dijodohkan oleh orang tuanya. Diceritakan karena galaunya
hati Dewi Cipto Roso akhirnya kabur dari kerajaan untuk pergi mencari cintanya.
Disuatu tempat sampailah ditempat yang sangat bagun pemandangannya, dalam
bahasa jawanya “jan
genoh koh di SAWANG – SAWANG apik tenan”
maka untuk mengenang tersebut yang indah maka di kasih nama DESA SAWANGAN. Perjalanan terus dilakukan sampai akhirnya
Dewi Cipto Roso kelelahan dan duduk – duduk /MUNGGUH – MUNGGUH ditempat yang
lumayan tinggi, dan sampai sekarang tempat itu diberi nama Grumbul MUNGGUHAN
yang ada di Desa Sawangan
Perjalanan
terus dilakukan di pedesaan dan sampailah Dewi Cipto Roso di hutan Belantara.
Didalam hutan karena berjalan terus menerus akhirnya kecapean dibawah kayu
besar yang rindang dengan duduk diatas batu elips. Sambil menangis Dewi Cipto
Roso pun berbicara sendiri mengenai nasibnya. Dan didalam hutan inilah Sang
Dewi Cipto Roso dikenal menghilang dengan raganya saat mau dicari oleh
prajuritnya dari kerajaan PASIR LUHUR.
Nama Nama Kepala Desa Sawangan
1. Ki Jamas
Masa pemerintahan Ki Jamas dimulai berdasarkan hasil pemekaran wilayah yang ada. menurut informasi yang diperoleh, bahwa pada masa pemerintahan Desa Jingkang yaitu Kades DONGKOL SOBRANG (Kades ke 3 Desa Jingkang), beliau membagi wilayah utara dan selatan (MENYEBRANGKAN) yang dalam bahasa jawanya NYABRANG.
pembagian ini dengan batas wilayah yang sangat mudah dikenal yaitu batas sungai, sehingga Kades ke 3 Jingkang ini dikenal dengan nama DONGKOL SOBRANG. wilayah ini yang sekarang menjadi :
a. sebelah selatan : Desa Jingkang (Aslinya) dengan Kadesnya DONGKOL SOBRANG
b. sebelah utara : Desa Sawangan (Pemekaran dari Desa Jingkang) dengan Kades Pertamanya yaitu KI JAMAS
2. Ki Djapon Guna Tjandra
3. Ki Djaya Iman
4. Ki Perna Djaya Kasan Kusen
5. Ki Kasran Sutawidjaya
6. Ki Ruslani Khasan Radji
7. Ki H Abdul Wachid Kartani Lasim
8. Ki H Gatot Marta Semita Niswan
9. Bapak H Sardjo Hadi Sisworo
11. Bapak Tapsir Ali Mudasir
12. Bapak Karsim Achmad Muchlasin
Nama Nama Kepala Desa Sawangan
1. Ki Jamas
Masa pemerintahan Ki Jamas dimulai berdasarkan hasil pemekaran wilayah yang ada. menurut informasi yang diperoleh, bahwa pada masa pemerintahan Desa Jingkang yaitu Kades DONGKOL SOBRANG (Kades ke 3 Desa Jingkang), beliau membagi wilayah utara dan selatan (MENYEBRANGKAN) yang dalam bahasa jawanya NYABRANG.
pembagian ini dengan batas wilayah yang sangat mudah dikenal yaitu batas sungai, sehingga Kades ke 3 Jingkang ini dikenal dengan nama DONGKOL SOBRANG. wilayah ini yang sekarang menjadi :
a. sebelah selatan : Desa Jingkang (Aslinya) dengan Kadesnya DONGKOL SOBRANG
b. sebelah utara : Desa Sawangan (Pemekaran dari Desa Jingkang) dengan Kades Pertamanya yaitu KI JAMAS
2. Ki Djapon Guna Tjandra
3. Ki Djaya Iman
4. Ki Perna Djaya Kasan Kusen
5. Ki Kasran Sutawidjaya
6. Ki Ruslani Khasan Radji
7. Ki H Abdul Wachid Kartani Lasim
Periode 1945 - 1966
8. Ki H Gatot Marta Semita Niswan
Periode 1966 - 1986
9. Bapak H Sardjo Hadi Sisworo
Periode 1986 - 1998 dan 1988 - 2007
11. Bapak Tapsir Ali Mudasir
Periode 2007 - 2013
12. Bapak Karsim Achmad Muchlasin
Periode 2013 - 2019
13. Bapak Tapsir Ali Mudasir
Periode 2019 - 2025
Demikaan
cerita asal muasal nama Desa Sawangan dan Nama Nama Kepala Desa Sawangan Kec Ajibarang kab Banyumas yang sangat erat kaitannya dengan
beberapa wilayah yang ada di sekitarnya seperti :
1.
Kerajaan PASIR LUHUR di Karang Lewas, Purwokerto
2.
Legenda Gunung Putri yang terkenal.
Dari uraian diatas semoga dapat
bermanfaat untuk kita dan generasi yang akan datang pada khususnya. dan bila
ada kritik dan saran yang membangun kami sangat terima dan sangat kami harapkan
untuk pengenalan sejarah kepada masyarakat luas.
-------------------------
@ (Semoga Bermanfaat) @ -
-------------------------------
Halo mas cipto kades ke 9 pak tejo subroto walaupun sebentar tapi melalui pres il kades mohon untuk di sampaikan ke publik pak tak tapsir tetep kafes ke sebelas di beri keterangan menjabat kembali munkin itu saran setiap kepala desa itu punya jasa tulung di sampaikan di kolom ini
BalasHapus