Haniyah Uswatun Azizah, Ganendra Bimo Rizki Pratama & Dyo Syafiq Alfarizqi
PURBALINGGA – GOR Sasana Krida Purbalingga menjadi saksi bisu lahirnya bintang-bintang baru dalam dunia seni bela diri tanah air. Pada gelaran akbar Kejuaraan Pencak Silat Purbalingga Challenge Tingkat Nasional 2026 yang berlangsung Jumat–Sabtu, 31 Juli–1 Agustus 2026, atmosfer kompetisi terasa begitu membara. Di antara ratusan peserta dari berbagai daerah, sorot lampu kompetisi tertuju pada dua sosok pahlawan cilik asal Banyumas yang tampil tanpa rasa takut.
Mereka adalah pesilat tangguh dari Kolat TK Muslimat NU Diponegoro 07 Panusupan, Kecamatan Cilongok, yang bernaung di bawah bendera Perguruan Silat MaRuyung.
Keberanian Dua Kesatria Cilik MaRuyung
Usia muda bukan halangan untuk mengukir prestasi emas di level nasional. Dua anak kecil pemberani ini membuktikan bahwa mental juara sudah tertanam sejak dini:
- Dyo Syafiq Alfarizqi: Tampil perkasa dan penuh percaya diri, Dyo sukses menumbangkan lawan-lawannya hingga berhasil merebut trofi Juara 1 Tanding Kelas TK A Mini Pra Usia Dini.
- Ganendra Bimo Rizki Pratama: Tidak kalah mengagumkan, perjuangan spartan Bimo di arena tanding membawanya berdiri di podium prestisius sebagai Juara 2 Tanding Kelas TK A Mini Pra Usia Dini.
Sorak-sorai penonton pecah saat kedua bocah ini menunjukkan teknik-teknik silat yang matang, kelincahan, dan sportivitas tinggi di atas matras GOR Sasana Krida.
Dedikasi Tanpa Batas Sang Pelatih Tunggal
Di balik kilau medali Dyo dan Bimo, ada kisah inspiratif dari seorang pelatih tangguh bernama Haniyah Uswatun Azizah. Bertindak sebagai pelatih tunggal, Haniyah Uswatun Azizah mengawal langsung perjuangan kedua anak didiknya dari persiapan hingga ke sudut matras pertandingan.
Hebatnya, kedekatan emosional antara pelatih dan atlet ini sudah terbangun sangat kuat. Rumah Haniyah Uswatun Azizah di Desa Panusupan bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga menjadi episentrum pembinaan karakter. Secara formal, Haniyah Uswatun Azizah adalah guru TK dari kedua anak tersebut di TK Muslimat NU Diponegoro 07 Panusupan. Dedikasi ganda sebagai guru formal sekaligus pelatih silat inilah yang mampu menyuntikkan keberanian luar biasa ke dalam jiwa Dyo dan Bimo.
Menjaga Tradisi, Mengakar pada Guru
Prestasi gemilang di Purbalingga Challenge 2026 ini tidak lepas dari kuatnya akar tradisi dan bimbingan spiritual di dalam Perguruan Silat MaRuyung. Kolat TK Muslimat NU Diponegoro 07 Panusupan ini bertumbuh subur di bawah asuhan spiritual Kyai Nur Akhyadi dari Watumas, Kel Purwanegara, Kec Purwokerto Utara, serta gemblengan teknis dan organisasi dari Dewan Pendekar Muh Cipto Waluyo, S.AP., S.Pd. yang berbasis di Jingkang.
Sinergi antara berkah para guru, keteguhan sang pelatih, serta keberanian murni dari Dyo dan Bimo terbukti menjadi ramuan mutakhir. Keberhasilan ini menegaskan bahwa Perguruan Silat MaRuyung tidak hanya melestarikan budaya bangsa, tetapi juga sukses mencetak generasi emas yang siap bersaing di kancah nasional sejak usia sedini mungkin.
Selamat kepada Dyo, Bimo, Coach Haniyah, dan seluruh keluarga besar MaRuyung. Panusupan dan Cilongok bangga pada kalian.!

Belum ada tanggapan untuk "GELORA PRESTASI USIA DINI : Dua Pesilat Cilik MaRuyung Panusupan Guncang Kejurnas Purbalingga Challenge 2026!"
Posting Komentar