Menembus Kekeringan di Bawah Kaki Gunung Putri : Bupati Banyumas Salurkan Air Bersih dan Serap Aspirasi Infrastruktur di Desa Jingkang


Bupati Banyumas dan Perangkat Desa Jingkang

AJIBARANG, BANYUMAS
– Krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah dataran tinggi di Kabupaten Banyumas terus memicu aksi tanggap darurat dari pemerintah daerah. Pada Sabtu, 3 Oktober 2026, Bupati Banyumas, yaitu Drs. H. Sadewo Tri Lastiono, M.M., memimpin langsung operasi pendistribusian bantuan air bersih untuk ratusan kepala keluarga yang terdampak kekeringan ekstrem di Grumbul Kalisari RT 04 / RW 02, Desa Jingkang, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas.
Kehadiran orang nomor satu di Banyumas ini tidak hanya membawa bantuan logistik air bersih, tetapi juga menjadi momentum penting bagi warga setempat untuk menyuarakan keterisolasian infrastruktur yang selama bertahun-tahun mengganjal urat nadi perekonomian mereka.
Ironi Geografis di Bawah Gunung Putri
Secara lanskap, Grumbul Kalisari menyajikan pemandangan yang memikat karena terletak tepat di bawah naungan Gunung Putri. Namun, keindahan alam tersebut menyimpan ironi yang memprihatinkan. Ketika musim kemarau tiba, wilayah ini berubah menjadi daratan yang sangat tandus.
Droping air langsung oleh Bupati Banyumas

Karakteristik tanah yang didominasi batuan kapur dan minimnya vegetasi penahan air membuat sumber-sumber air bawah tanah di Grumbul Kalisari menyusut drastis, bahkan mati total. Warga setempat terpaksa mengandalkan pasokan bantuan atau membeli air jeriken dengan harga tinggi dari wilayah bawah untuk memenuhi kebutuhan memasak, minum, dan MCK (Mandi, Cuci, Kakus).
"Kondisi ini terjadi setiap tahun, dan tahun 2026 ini kemaraunya terasa lebih membakar. Kami berada di bawah gunung, tapi tanah kami kering kerontang," ungkap salah satu warga setempat saat mengantre air.
Perjuangan Logistik: Menanjak Terjal dari Ponpes Al Muhajirin
Proses droping air bersih hari itu bukanlah perkara mudah. Medan menuju Grumbul Kalisari RT 04 / RW 02 dikenal sangat menantang dan ekstrem bagi armada kendaraan berat. Titik bongkar muat air dipusatkan dari area Pondok Pesantren Al Muhajirin, Desa Jingkang, yang diasuh oleh ulama setempat, Muh Cipto Waluyo.
Dari titik Ponpes Al Muhajirin, armada tangki air harus bergerak merayap naik ke atas perbukitan sejauh kurang lebih 300 meter. Jalanan yang sempit, menanjak terjal, ditambah beban muatan berton-ton air bersih, menuntut konsentrasi penuh dari para pengemudi armada tangki.
Melihat potensi kerawanan tersebut, puluhan personil gabungan dari Linmas Desa Jingkang dan Banser (Barisan Ansor Serbaguna) disiagakan di sepanjang jalur pendistribusian. Mereka melakukan sistem buka-tutup jalur, membantu mengganjal ban truk saat menanjak, hingga mengatur antrean warga di lokasi pembagian. Berkat kesiapsiagaan para relawan ini, seluruh proses penyaluran air bersih seberat ribuan liter tersebut berjalan dengan aman, tertib, dan terkondisikan dengan sangat baik tanpa ada insiden berarti.
Jeritan Hati Warga: Bukan Hanya Air, Kami Butuh Jalan!
Di sela-sela prosesi pembagian air bersih, suasana haru sekaligus kritis mewarnai dialog antara warga dan jajaran kepemimpinan daerah. Ketua RT 04 / RW 02 Grumbul Kalisari, Raslam Rohadi, menyampaikan keluh kesah dan aspirasi mendalam yang selama ini dipendam oleh warganya langsung di hadapan Bupati Drs. H. Sadewo Tri Lastiono, M.M..
Raslam Rohadi baju batik coklat topi hitam, bersama jajaran pemerintahan

Raslam Rohadi menegaskan bahwa bantuan air bersih laksana oase di padang pasir yang sangat mereka syukuri, namun masalah mendasar di desa mereka tidak akan selesai jika aksesibilitas jalan diabaikan oleh pemerintah daerah.
"Tolong kepada pemerintah, dari pihak Pemerintah Desa Jingkang sampai Bapak Bupati Banyumas yang berkenan memberikan langsung bantuan air bersih ini, untuk memperhatikan kami yang ada di Desa Jingkang. Bukan hanya air, namun juga jalan yang sudah rusak parah," ujar Raslam Rohadi dengan nada emosional dan penuh harapan.
Menurut Raslam Rohadi, rusaknya akses jalan sepanjang jalur utama desa ini mempersulit armada bantuan untuk masuk dengan cepat ketika bencana kekeringan atau keadaan darurat medis melanda. Selain itu, anak-anak sekolah dan petani kesulitan membawa hasil bumi ke pasar akibat kondisi jalan yang hancur.
Mendengar langsung keluhan dari garis depan, Kepala Desa Jingkang, Edi Riyanto, yang mendampingi kunjungan Bupati, langsung memberikan konfirmasi dan membenarkan potret riil di lapangan tersebut. Edi Riyanto menyatakan bahwa kapasitas anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes) Jingkang sangat terbatas untuk melakukan perbaikan jalan kabupaten yang membelah desanya secara menyeluruh. Oleh karena itu, intervensi anggaran dari Pemerintah Kabupaten Banyumas sangat diharapkan.
"Apa yang disampaikan oleh Ketua RT kami adalah kenyataan yang sesungguhnya. Kami dari pihak Pemdes Jingkang membenarkan bahwa akses jalan menuju Grumbul Kalisari ini memang sudah rusak parah dan membutuhkan penanganan prioritas dari dinas terkait," tegas Kades Edi Riyanto dan dibenarkan juga oleh RW 02 dan Kadus 1 Jingkang.
Respons Bupati dan Komitmen Keberlanjutan
Menanggapi tuntutan dan jeritan hati warganya, Bupati Banyumas Drs. H. Sadewo Tri Lastiono, M.M. menyambut baik keterbukaan informasi tersebut. Beliau menginstruksikan jajaran Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas yang ikut dalam rombongan untuk segera melakukan survei pemetaan, pengukuran, dan penghitungan anggaran agar perbaikan jalan di Desa Jingkang dapat diusulkan masuk dalam skema prioritas pembangunan daerah.
Terkait jangka pendek penanganan kekeringan, Bupati menjamin bahwa pengiriman air bersih ke Grumbul Kalisari dan wilayah tandus lainnya di Kecamatan Ajibarang akan terus dijadwalkan secara berkala oleh BPBD Kabupaten Banyumas bersama jajaran PMI dan organisasi relawan hingga musim hujan tiba.
Aksi nyata penanggulangan bencana yang dipadukan dengan serap aspirasi ini memberikan secercah harapan baru bagi masyarakat Grumbul Kalisari. Mereka pulang ke rumah masing-masing dengan jerigen yang penuh dengan air bersih, sekaligus membawa janji pembangunan infrastruktur jalan yang layak demi masa depan Desa Jingkang yang lebih baik.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Menembus Kekeringan di Bawah Kaki Gunung Putri : Bupati Banyumas Salurkan Air Bersih dan Serap Aspirasi Infrastruktur di Desa Jingkang"

Posting Komentar